Lima Bulan di Wamena, Kenangan Penggawa Arema pada Papua

Ikhfanul Alam membeber pendapatnya ihwal masyarakat Papua, yang belakangan ini menjadi sorotan akibat tindakan rasis sejumlah pihak pada mereka. Menurut penggawa Arema FC ini, masyarakat di Bumi Cendrawasih sebenarnya sangat santun.

“Masyarakat Papua sangat sopan,” ucap Alam, pada Bola.net.

“Mereka pun sangat baik hati,” sambungnya. judi slot online

Alam menyebut, ia sempat bertugas sebagai prajurit Brimob Kepolisian Republik Indonesia ke Papua. Waktu itu, selama lima bulan, ia ditugaskan di daerah Wamena. judi terpercaya

Menurut Alam, selama masa penugasannya ini, ia mendapat kesan bahwa masyarakat Papua sangat luar biasa. Bahkan, menurut pemain berusia 27 tahun tersebut, ada sebuah kenangan dalam masa penugasannya tersebut yang tak bisa ia lupakan.

“Saya sempat dijamu oleh mantan pemain Persiwa Wamena, Kakak Pieter Rumaropen, di rumahnya,” tutur Alam.

“Selain itu, saya diberi kenang-kenangan berupa piring mas kawin Papua karena sudah dianggap sebagai keluarga sendiri,” sambungnya.

Belakangan ini, nama Indonesia kembali diguncang masalah rasisme. Hal ini berawal dari persekusi pada mahasiswa Papua di sejumlah daerah, termasuk Kota Malang.

Insiden persekusi dan sentimen rasisme ini memancing perhatian sejumlah pihak. Tak kurang dari Presiden Joko Widodo sudah berkomentar soal hal ini.

Apa harapan Alam terkait masalah rasisme yang menimpa masyarakat Papua? Simak di bawah ini.

1 dari 2
Dukung Upaya Stop Rasisme
Alam menyebut bahwa masalah rasisme yang melanda masyarakat Papua ini membuatnya sedih. Pemain asli Malang ini berharap agar masalah ini lekas tuntas dan situasi bisa kembali kondusif.

Tak mau sekadar berharap, Alam pun bersama rekan-rekannya di Arema pun mendukung upaya agar masalah rasisme ini tak meluas.

“Sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dan juga sebagai pemain Arema, saya sangat mendukung tindakan stop rasis,” tutur Alam.

“Kami juga akan memerangi provokasi, yang menimbulkan perpecahan negara ini,” tegasnya.

2 dari 2
Deklarasi Antirasisme
Sebagai salah satu upaya memerangi rasisme ini, Alam dan para penggawa Arema lainnya membuat sebuah video pendek. Dalam video ini, mereka mendeklarasikan sikap antirasisme.

Hamka Hamzah dan kawan-kawan melakukan pengambilan gambar untuk video tersebut di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Rabu (22/08), sebelum latihan. Tak hanya pemain, tim pelatih Arema pun turut serta dalam video ini.

Video berdurasi 12 detik ini dibuka dengan gambar kibaran bendera Merah Putih. Kemudian, gambar menyorot para penggawa dan tim pelatih Arema FC yang mengatakan, “Kami, keluarga besar Arema FC, mengucapkan: Setop Rasis. Kita semua Indonesia.” poker online indonesia